PUSAT PENGEMBANGAN PUSTAKAWAN

"Mewujudkan Pustakawan Professional Sesuai dengan Jenjang Jabatannya"
daftar forum | lupa password
Dengan mendaftar sebagai pengguna,
Anda akan dapat mengakses beragam fitur dalam situs ini,
di antaranya: jurnal online, forum diskusi
diposting oleh: Rudianto

117 Tenaga Pengelola Perpustakaan Sekolah Ikut Bimtek - Laporan dari Ambon

117 Tenaga Pengelola Perpustakaan Sekolah Ikut Bimtek - Laporan dari Ambon

Ambon- Sebanyak 117 tenaga pengelola perpustakaan sekolah di provinsi Maluku mengikuti bimtek yang digelar oleh Perpustakaan Nasional bekerjasama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Maluku, yang berlangsung di hotel Marina Ambon 3 s.d 4 Mei 2018. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Layanan, Pembinaan dan Kegemaran Membaca Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Maluku, Joice Putiray mewakili Kepala Dinas yang berhalangan hadir.

Hadir sebagai narasumber yang memberikan materi, Renda Kris Ardi (Kemas Ulang Sumber Belajar), Helen Manurung (Literasi Informasi), Opong Sumiati (Kebijakan Perpusnas dalam Pembinaan Tenaga Perpustakaan sekolah). Panitia pusat yang hadir adalah Rudianto dan Nia Gusniawati dibantu panitia lokal yang berasal dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Maluku.

Berkaitan dengan kegiatan ini, Kepala Pusat Pengembangan Pustakawan pada Perpustakaan Nasional, Opong Sumiati menegaskan kegiatan bimtek ini merupakan salah satu program Perpustakaan Nasional sebagai instansi pembina pustakawan di Indonesia.

Dan selaras dengan program strategis nasional meningkatkan kualitas sumber daya  manusia melalui bimtek, lanjutnya Perpustakaan Nasional ditugaskan untuk meningkatkan kompetensi tenaga perpustakaan sekolah. Untuk tahun ini sebanyak 4.000 orang. Jadi kalau dibagi 34 provinsi, jatuhnya sebanyak 120 orang.

Mudah-mudahan apa yang didapat di sini, dapat bermanfaat bagi pribadi tenaga pengelola perpustakaan dan juga bagi perpustakaan sekolah tempat bapak/ibu mengabdi.

Sementara itu, Joice saat membacakan sambutan tertulis Kepala Dinas Perpustakaan dan Kerasipan Provinsi Maluku, mengatakan hampir dijumpai pada setiap sekolah, masing-masing memiliki perpustakaan dan ketersediaan koleksi.

Namun tenaga pengelola perpustakaan sekolah bukanlah pustakawan yang memiliki keahlian khusus di bidangnya sehingga masih memerlukan pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan kompetensinya. Sehingga peran dan fungsi perpustakaan sekolah dapat berperan secara maksimal. Untuk mengoptimalkan fungsi dari perpustakaan, khususnya yang berada di sekolah-sekolah lanjut Joice maka Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Maluku menyambut baik kegiatan bimtek ini.”Karena kegiatan ini pada prinsipnya diselenggarakan untuk memberi pemahaman praktis, petunjuk dan acuan bagi tenaga pengelola perpustakaan sekolah agar bantuan-bantuan buku yang telah disalurkan pemerintah melalui pembelian ataupun hadiah dapat dikelola dengan baik dan dapat dipertanggungjawabkan oleh tenaga pengelola perpustakaan sekolah sehingga dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh semua peserta didik di sekolah. Diharapkan kegiatan ini dapat berimplikasi secara langsung pada terciptanya kinerja pengelola perpustakaan sekolah semakin berkualitas,” paparnya. (rud)