PUSAT PENGEMBANGAN PUSTAKAWAN

"Mewujudkan Pustakawan Professional Sesuai dengan Jenjang Jabatannya"
daftar forum | lupa password
Dengan mendaftar sebagai pengguna,
Anda akan dapat mengakses beragam fitur dalam situs ini,
di antaranya: jurnal online, forum diskusi
diposting oleh: Khosyi Maulana

Bimbingan Teknis Tenaga Pengelola Perpustakaan Sekolah di Daerah Yogyakarta

Bimbingan Teknis Tenaga Pengelola Perpustakaan Sekolah di Daerah Yogyakarta


Yogyakarta-Perpustakaan Nasional bekerjasama dengan Badan Perpustakaan dan Kearsipan DIY menggelar bimbingan teknis (Bimtek) untuk para pengelola perpustakaan sekolah SMA/SMK/MA swasta dan negeri. Bimtek ini akan menyasar semua provinsi di Indonesia, yang diawali dari DIY.


Sejumlah 115 pengelola perpustakaan sekolah di DIY mengikuti Bimtek selama dua hari di Hotel Horison Ultima Riss, Jetis, Selasa-Rabu (27-28/2) tersebut. "Bimtek ini digelar untuk meningkatkan kemampuan pengelola perpustakaan sekolah yang sebagian besar bukan dari latar belakang Pustakawan," kata Pustakawan Ahli Utama Perpustakaan Nasional RI, Supriyanto, dalam paparannya.


Ia mengatakan perpustakaan merupakan sebuah lembaga atau institusi sosial yang dikelola secara profesional. Pengelolaan secara profesional berarti memenuhi kriteria dan standar yang berlaku baik dari sisi perpustakaannya maupun tenaga pengelolanya. Untuk memenuhi standar pengelolaan perpustakaan yang profesional, Perpustakaan Nasional sebagai lembaga yg diamanatkan oleh UU No. 43 tentang perpustakaan untuk membina perpustakaan seluruh Indonesia, termasuk membina kompetensi tenaga perpustakaan perpustakaan sekolah. Salah satu cara membina kompetensi tenaga perpustakaan adalah dengan bimbingan teknis (Bimtek)
Pada Bimtek ini peserta diajarkan cara dan langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengoptimalkan peran perpustakaan sekolah dalam literasi informasi di sekolah. Selain itu, peserta juga diajarkan bagaimana membuat program literasi di sekolah, menyeleksi koleksi perpustakaan yang sesuai, serta membimbing siswa untuk menemukan informasi yang valid di era digital ini.


"Jangan sampai koleksinya sudah banyak tapi tidak ada pengunjung perpustakaan. Kalau tidak ada pengunjungnya itu bukan perpustakaan namanya, tapi gudang," kata Supriyanto.


Supriyanto meminta para pengelola perpustakaan sekolah agar mampu mengelola koleksi perpustakaan berbasis multimedia yang interaktif dan ramah teknologi sehingga dapat memenuhi ruang virtual siswa dengan informasi-informasi yang positif. Ia berharap pengetahuan dan keterampilan yang didapat peserta dari bimtek ini dapat diaplikasikan di sekolah masing-masing.


Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga, Kadarmanta Baskoro Aji mengapresiasi adanya bimtek pengelola perpustakaan sekolah. Ia mengakui masih banyak perpustakaan sekolah di DIY yang belum dikelola secara profesional. Dari semua perpustakaan sekolah, baru 23 perpustakaan sekolah yang sudah terakreditasi.

Namun, Baskoro meminta pengelola perpustakaan tidak hanya mengejar akreditasi, melainkan harus mampu mengembangkan dan membuat inovasi-inovasi agar menarik siswa untuk datang ke perpustakaan, "Perpustakaan sekolah harus menjadi makhluk yang terdekat dengan siswa," ujar Baskoro.


Ia menyatakan dana bantuan operasional sekolah (BOS) bisa digunakan untuk membeli buku-buku non paket sebagai bahan bacaan bagi siswa.