PUSAT PENGEMBANGAN PUSTAKAWAN

"Mewujudkan Pustakawan Professional Sesuai dengan Jenjang Jabatannya"
daftar forum | lupa password
Dengan mendaftar sebagai pengguna,
Anda akan dapat mengakses beragam fitur dalam situs ini,
di antaranya: jurnal online, forum diskusi
diposting oleh: adminweb

Mengembangkan Tempat Uji Kompetensi (TUK)

Apa itu tempat Uji Kompetensi (TUK)

Tempat uji kompetensi atau assesmen centre adalah tempat kerja atau simulasi tempat kerja yang baik untuk menyelenggarakan uji kompetensi atau asesmen oleh Lembaga Seritifikasi Profesi Pustakawan (LSP) Pustakawan. Tempat kerja yang baik adalah tempat kerja yang telah menerapkan praktik kerja yang baik  khususnya du Perpustakaan (good library practices).

Tujuan mengembangan TUK?

Tujuan mengembangkan TUK adalah untuk membantu memastikan pelaksanaan uji kompetensi/asesmen dilakukan di tempat kerja agar pencapaian kompetensi benar-benar kontekstual dengan lingkungan, sarana prasarana tempat kerja.

  • Mengembangakan TUK di tempat kerja (designate assement venue)

TUK di bentuk oleh organisasi/lembagai/instansi yang mengoperasikan sistem kerja yang baik di Perpustakaan baik seperti Badan Perpustakaan Daerah Provinsi, Badan Perpustakaan Kabupaten/Kota, Perguruan Tinggi atau lembaga lainnya. 

Permohonan menjadi TUK ditujukan kepada LSP Pustakawan, yang berada di Jakarta yaitu Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

Verifikasi TUK tempat kerja diberikan dengan surat keputusan penetapan verifikasi oleh LSP Pustakawan

TUK harus memiliki personel paling kurang 1 (satu) orang yang memahami skema sertifikasi dan uji kompetensi sesuai SKKNI bidang Perpustakaan (Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor 83 Tahun 2012 tentang Penetapan Rancangan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Sektor Jasa Kemasyarakatan, Hiburan dan Perorangan Lainnya Bidang Perpustakaan Menjadi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia).

TUK mengajukan permohonan untuk mendapatkan verifikasi dengan melampirkan bukti persyaratan dasar dan pengelolaanya.

  • Mengembangankan TUK di Lembaga Diklat dan Lembaga yang menawarkan jasa TUK

TUK dipersiapkan pembentukannya oleh lembaga pendidikan dan pelatihan atau oleh suatu organisasi yang legal, dengan surat keputusan penetapan organisasi induk tentang dibentuknya TUK (misalnya surat keputusan kepala badan perpustakaan daerah provinsi X tentang pembentukan TUK).

Struktur organisasi TUK harus memiliki kepala TUK, bagioan oprasional, bagian mutu yang menjamin kesesuaian manajeman yang berkesinambungan

Tempat uji kompetensi dalam operasinya harus mengikuti persyaratan manajemen sesuai Pedoman BNSP 206 dan good practices sesuai tempat kerja yang disimulasikan.

Sarana dan prasarana, TUK harus memastikan memiliki sarana dan perangkat sesuai ruang lingkup uji kompetensi yang ditawarkan jasanya dan dioperasikan sesuai dengan good practices pada bidangya. 

Personel, TUK simulasi tempat kerja harus mempunyai kualifikasi yang sesuai (asesor kompetensi, pengelola TUK), dan kompeten bidang tertentu yang menjadi ruang lingkupnya.

 

Wewenang TUK

Mengusulkan kebutuhan biaya pelaksanaan uji kompetensi di TUK kepada LSP Pustakawan

Mempromosikan uji kompetensi di wilayah tempat kerjanya

Mempromosikan organisasi sebagai TUK yang diverifikasi

Mengusulkan hasil evaluasi penerapan standar kompetensi dalam pelaksanaan uji kompetensi

 

Aproval/Verifikasi TUK

Pengakuan TUK didapat melalui verifikasi oleh LSP Pustakawan setelah dilakukan asesmen kesesuaiannya dengan pedoman BNSP dan persyaratan teknis dari LSP Pustakawan.

Kompetensi TUK dipastikan dan dipelihara oleh LSP Pustakawan melalui kegiatan surveilan secara periodik setiap tahun.

 

Manfaat Tempat Uji Kompetensi (TUK) LSP Pustakawan

Manfaat bagi perpustakan:

Membantu perpustakaan dalam memberikan akses pegawainya dalam sertifikasi yang kontekstual dengan tempat kerja dalam rangka pengembangan SDM berbasis kompetensi. Peluang untuk mendapatkan citra yang baik dari masyarakat bahwa perpustakaan tersebut terjaga oleh tenaga-tenaga  yang kompeten dan terpelihara kompetensinya.

Manfaat bagi tenaga kerja (Pustakawan)/Peserta Sertifikasi

Membantu Pustakawan atau peserta sertifikasi mendapatkan tempat uji kompetensi yang kontekstual dengan tempat kerja.

Mendapat akses uji kompetensi yang lebih mudah dalam rangka sertifikasi kompetensi

Bila TUK dibangun di tempat kerja, akan mengurangi biaya uji komeptensi dan sertifikasi yang signifikan.

Manfaat bagi LSP Pustakawan

Membantu memastikan pelaksanaan asesmen dalam rangka sertifikasi dapat dilakuka kontekstual tempat kerja.

Semakin banyak TUK akan membantu LSP mengembangkan ruang lingkup dan kapasitas LSP Pustakawan dalam sertifikasi kompetensi.

Manfaat bagi Lembaga Pendidikan dan juga Pelatihan

Bila lembaga pendidikan ataupun lembaga pelatihan dapat mengembangkan TUK di tempat pendidikan dan pelatihannya, maka akan memberikan akses yang sangat baik kepada peserta didik sehingga akan memberikan efisiensinya biaya dan waktu sertifikat yang signifikan.

Membantu memastikan tercapainya efisiensi dalam pengembangan program diklat.

Membantu memastikan pencapaian hasil diklat yang tinggi.

Membantu lemdiklat dalam sistem asesmen baik formatif, sumatif maupun holistik yang dapat memastikan dan memelihara kompetensi peserta didik selama proses diklat.

 

Referensi utama:  Peraturan BNSP No.5/2014- PBNSP 206 tentang Pedoman Persyaratan Umum Tempat Uji Kompetensi.

 

Oleh: Hendra Setiawan, S.Kom