PUSAT PENGEMBANGAN PUSTAKAWAN

"Mewujudkan Pustakawan Professional Sesuai dengan Jenjang Jabatannya"
daftar forum | lupa password
Dengan mendaftar sebagai pengguna,
Anda akan dapat mengakses beragam fitur dalam situs ini,
di antaranya: jurnal online, forum diskusi
diposting oleh: Rudianto

Pemilihan Pustakawan Berprestasi Terbaik Tingkat Nasional Tahun 2018

Pemilihan Pustakawan Berprestasi Terbaik Tingkat Nasional Tahun 2018

Perkembangan teknologi semakin memberi kemudahan bagi masyarakat untuk mengakses informasi. Sumber ilmu pengetahuan yang di masa lalu berada di lorong-lorong perpustakaan, kini berada dalam genggaman gawai. Melalui akses internet, perpustakaan dapat diakses kapan saja dan dimana saja bagi masyarakat untuk mengkonsumsi informasi. Perpustakaan tidak lagi hanya mengumpulkan, mengolah, menyimpan dan menyebarkan informasi dalam format tercetak, namun sumber-sumber informasi yang dikelola perpustakaan dapat diakses secara online melalui internet. Pustakawan bukan lagi hanya sebagai penjaga buku, namun Pustakawan telah bertransformasi menjadi fasilitator informasi bagi pemustaka.

Mendapatkan informasi merupakan bagian dari hak azasi manusia (HAM) agar manusia memiliki pengetahuan yang berguna dalam hidup dan kehidupannya. Karena itu, tujuan utama perpustakaan adalah untuk mewujudkan masyarakat yang berbasis informasi dan pengetahuan (information and knowledge based society)

 

Keberhasilan perpustakaan sangat ditentukan oleh tersedianya pustakawan yang berdedikasi tinggi dan bekerja secara profesional. Pustakawan dituntut untuk memberikan layanan prima dan berorientasi pada kepuasan pemustaka. Meskipun masih dalam jumlah terbatas, pustakawan di Indonesia telah melakukan yang terbaik sesuai dengan kompetensi dan kemampuannya. Dengan demikian wajar apabila kepada para pustakawan yang berdedikasi tinggi dan profesional tersebut diberi penghargaan. Kegiatan pemberian penghargaan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kinerja yang bersangkutan, serta dapat menjadi contoh dan teladan bagi pustakawan lain.

Kesepakatan Masyarakat Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Community) atau pasar bebas ASEAN yang sudah diberlakukan pada akhir bulan Desember tahun 2015, dapat menjadi ancaman (threats) sekaligus peluang (opportunities) bagi pustakawan Indonesia. Pasar bebas ASEAN  tidak hanya sebatas pada arus barang, akan tetapi juga termasuk sektor  jasa dan tenaga terampil, sehingga profesi pustakawan sebagaimana profesi profesional lainnya, dapat diisi secara kompetitif dan bebas oleh pustakawan  dari negara-negara anggota ASEAN.

Mengingat ketatnya persaingan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) tersebut, maka Pustakawan Indonesia harus bersiap diri untuk bersaing dengan Pustakawan dari negara ASEAN lainnya. Kompetensi dan profesionalisme Pustakawan Indonesia harus terus ditingkatkan sesuai dengan tuntutan pasar global.

Pustakawan Indonesia juga diharapkan dapat mendukung program-program International Federation of Library Associations and Institutions (IFLA) yaitu Libraries, Development, and the 2030 UN Agenda, program partisipatif IFLA untuk pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals = SDGs) yang dicanangkan PBB pada tahun 2015 dan diharapkan tercapai pada tahun 2030.

Memperhatikan hal tersebut, Perpustakaan Nasional sebagai Instansi Pembina Pustakawan, perlu terus mendorong dan memfasilitasi pengembangan kompetensi dan profesionalisme Pustakawan Indonesia. Salah satunya melalui kegiatan Pemilihan Pustakawan Berprestasi Terbaik yang dilakukan secara sistematis dan berjenjang, mulai dari pemilihan pada Tingkat Daerah/ Provinsi, Tingkat Nasional, dan Tingkat Regional.

Apresiasi yang diberikan pemerintah ketika mengikuti kegiatan pemilihan tersebut diharapkan dapat memotivasi Pustakawan untuk terus berkarya, berinovasi, berkinerja, berprestasi tinggi dan berpartisipasi aktif turut membangun lingkungannya sehingga dapat mengangkat citra Pustakawan, agar sejajar dengan profesi-profesi lainnya.(rud)