PUSAT PENGEMBANGAN PUSTAKAWAN

"Mewujudkan Pustakawan Professional Sesuai dengan Jenjang Jabatannya"
daftar forum | lupa password
Dengan mendaftar sebagai pengguna,
Anda akan dapat mengakses beragam fitur dalam situs ini,
di antaranya: jurnal online, forum diskusi
diposting oleh: Rudianto

Perpusnas Latih 4.000 Pengelola Perpustakaan Sekolah - Laporan dari Medan

Perpusnas Latih 4.000 Pengelola Perpustakaan Sekolah - Laporan dari Medan

Demikian bunyi judul berita di harian Analisa Medan. Pada kenyataannya memang target pembinaan dari Perpustakaan Nasional pada tahun 2018 sejumlah 4.000 orang tenaga pengelola perpustakaan sekolah. Ini sesuai dengan target rencana strategis nasional (Renstra ) Perpusnas yang telah diteken mengikuti target Bappenas dalam rangka pembinaan SDM perpustakaan. Perpustakaan sekolah merupakan sumber belajar. Maka, proses belajar mengajar yang sedang terjadi di kelas tidak boleh berjalan sendiri, guru harus ingat memiliki mitra yakni tenaga pengelola perpustakaan sekolah. Guru diminta untuk bisa memanfaatkan perpustakaan sekolah semaksimal mungkin. Demikian disampaikan Pustakawan Ahli Utama T. Syamsul Bahri mewakili Perpusnas ketika membuka Bimbingan Teknis Pembinaan Tenaga Perpustakaan Sekolah di Hotel Grand Mercure Medan, Selasa (17/4). Kegiatan ini berlangsung dua hari hingga Rabu (18/4).

Dia menjelaskan Bimtek Pembinaan Tenaga Perpustakaan Sekolah tahun 2018 dilaksanakan di seluruh Indonesia, dengan jumlah peserta 120 orang tiap provinsi. Menurutnya, Perpusnas berusaha melatih tenaga perpustakaan sekolah agar pengelola perpustakaan sekolah ke depan dalam mengelola perpustakaan sekolah sesuai standar nasional perpustakaan sekolah. Pelatihan ini lebih ditujukan kepada pengelola tingkat pemula. Sebagai sumber belajar, maka pengelolaan perpustakaan sekolah harus mampu meningkatkan minat belajar dan bagaimana cara mendukung literasi sekolah yang digerakkan Kemeterian Pendidikan dan Kebudayaan melalui dinas pendidikan.

Sementara itu Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Sumut, Ferlin H Nainggolan dalam pemaparan tentang Kebijakan Daerah Pengembangan Perpustakaan Sekolah. Menurutnya perpustakaan sekolah tidak boleh dikesmapingkan karena memang keberadaannya sangat penting dalam mendukung program pendidikan nasional. Saat ini, Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara memiliki sejumlah program untuk pengembangan perpustakaan sekolah seperti melalui berbagai perlombaan dan bimtek serta pemecahan rekor muri lainnya. 

Saat presentasi, Ferlin lebih menekankan pentingnya pengelolaan perpustakaan sekolah karena sebagai sumber ilmu dan sumber belajar. Adapun sejumlah materi yang disampaikan pada bimtek kali ini adalah materi kebijakan pembinaan tenaga perpustakaan sekolah (Syamsul Bahri), Literasi Informasi (Damaji Ratmono), Kemas Ulang Informasi (Alfa Husna), Rudianto dan Ismawati (Panitia Pusat) serta dibantu dari panitia lokal yang berasal dari Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara.(rud)