PUSAT PENGEMBANGAN PUSTAKAWAN

"Mewujudkan Pustakawan Professional Sesuai dengan Jenjang Jabatannya"
daftar forum | lupa password
Dengan mendaftar sebagai pengguna,
Anda akan dapat mengakses beragam fitur dalam situs ini,
di antaranya: jurnal online, forum diskusi
diposting oleh: HendraSetiawan

SISTEM SERTIFIKASI PROFESI

SISTEM SERTIFIKASI PROFESI NASIONAL

Tatanan atau sistem manajemen sertifikasi profesi suatu negara yang mencakup keterkaitan komponen-komponen sertifikasi profesi nasional yang komprehensif dan sinerjik dalam rangka mencapai tujuan sertifikasi kompetensi kerja nasional di Indonesia. Sistem sertifikasi profesi nasional terdiri dari 4 subsistem yaitu: pengembangan skema sertifikasi, penerapan sertifikasi, harmonisasi, dan pengendalian dan peningkatan berlanjut. Di Indonesia otoritas sertifikasi profesi adalah Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang diamanatkan Undang-Undang No. 13 tentang Ketenagakerjaan, dan ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2004.

TUJUAN SERTIFIKASI PROFESI

Tujuan sertifikasi profesi adalah untuk memastikan dan memelihara kompetensi yang telah didapat melalui proses pembelajaran baik formal, non formal, pelatihan kerja, ataupun pengalaman kerja, sebab  dalam dunia kerja kompetensi harus dipelihara, bukan hanya pernah kompeten, tetapi kompeten dan terus kompeten.

 

SISTEM SERTIFIKASI KOMPETENSI PROFESI NASIONAL

Pengembangan Skema, merupakan persyartan sertifikasi spesifik yang berkaitan dengan profesu yang ditetapkan dengan menggunakan standar dan aturan kuhusus yang sama serta prosedur yang sama. Setiap skema sertifikasi berisi standar kompetensi (standar nasional, internasional maupun standar khusus), terdapat lima pengembangan skema sertifikasi kompetensi yaitu:  Kualifikasi Kerja Nasional Indonesia (KKNI), Kualifikasi Okupasi Nasional, Paket Kompetensi (Cluster), Unit Kompetensi, dan Profisiensi.

Penerapan Sertifikasi, ada beberapa aspek dalam penerapan sertifikasi, yaitu:

Pemberlakuan skema sertifikasi, yaitu penerapan wajib, pemberlakuan disarankan, dan permeberlakuan sukarela. Otoritas kompeten dapat mewajibkan penerapan skema sertifikasi apabila berkaitan dengan keamanan, keselamatan, kesehatan dan/atau mempunyai perselisihan besar masyarakat.

Lisensi Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), LSP Pihak 1 yang dibentuk oleh Industriuntuk mensertifikasi pegawai/karyawanan sendiri, LSP Pihak 1 Pendidian vokasi, yaitu LSP yang dibentuk oleh pendidikan vokasi untuk mensertifikasi siswanya sendiri selama belajar di sekolah; LSP Pihak 2 yaitu LSP yang dibentuk oleh industri untuk pemasoknya; LSP pihak 3 yaitu LSP yang dibangun asosiasi industri dan asosiasi profesi yang sebaiknya mendapat dukungan dari otoritas kompetennya. Contoh LSP Pihak 3 adalah LSP Pustakawan yang bersifat indepen, sektor ini dikelola oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, dengan menerapakan skema sertifikasi berdasarkan klaster (pemaketan kompetensi).

Pelaksanaan sertifikasi yang mencakup perencanaan dan pengorganisasian asesmen, pengembangan perangkat asesmen dan pelaksanaan asesmen.

Harmonisasi, merupakan kesepakatan diantara dua pihak atau lebih untuk saling mengakui atau menerima beberapa atau keseluruhan. Tujuan harmonisasi adalah untuk memfasilitas perdagangan dan menstimulir aktivitas ekonomo antar berbagai pihak melalui keberterimaan kompetensi SDM dalam hal satu standar, satu pengujian, satu sertifikasi, dan apabila sesuai, satu penandaan.

Pengendalian dan Peningkatan Berlanjut, memastikan bahwa sistem sertifikasi profesi dilaksanakan secara konsisten melalui audit, kaji ulang, monitoring, dan peningkatan berlanjut secara berkala dan terus menerus.

MANFAAT SERTIFIKASI

Manfaat bagi Industri

Membantu industri meyakinkan kepada klien bahwa produk/jasa yang telah dibuat oleh tenaga-tenaga yang kompeten; membantu industri dalam rekrutmen dan pengembangan tenaga berbasis kompetensi guna meningkatkan efisiensi HRD khususnya dan efisiesni nasional pada umumnya; membantu industri dalam sistem pengembangan karir dan renumerasi tenaga berbasis kompetensi dan meningkatkan produktivitas.

Manfaat bagi Tenaga Kerja

Membantu tenaga profesi meyakinkan kepada organisasi/industri/kliennya bahwa dirinya kompeten dalam bekerja atau mengahasilkan produk atau jasa dan meningkatkan percaya diri tenaga profesi; membantu tenaga profesi dalam merencanakan karirnya dan mengukur tingkat pencapaian kompetensi dalam proses belajar di lembaga formal maupun secara mandiri; membantu tenaga profesi dalam memenuhi persyaratan regulasi; membantu pengakuan kompetensi lintas sektor dan lintas negara; membantu tenaga profesi dalam promosi profesinya di pasar tenaga kerja.

Manfaat bagi Lembaga Pendidikan dan juga Pelatihan

Membantu memastikan link and match antara kompetensi lulusan dengan tuntutan kompetensi dunia industri; membantu memastikan tercapainya efisiensi dalam pengembangan program diklat; membantu memastikan pencapaian hasil diklat yang tinggi; membantu lemdiklat dalam sistem asesmen baik formatif, sumatif maupun holistik yang dapat memastikan dan memelihara kompetensi peserta didik selama proses diklat.