Hubungi Kami

Jl. Salemba Raya 28A Jakarta Pusat 10430, Indonesia
0800 1737787     pustakawan.perpusnas.go.id
Kisah Panitia Di Balik Penyelenggaraan Bimbingan Teknis Tenaga Pengelola Perpustakaan
Ditulis Oleh: Novi Herwati

Jakarta, 6 Mei 2020 

Dalam suatu kegiatan, pasti ada panitia peyelenggara. Dari mulai perencanaan, pelaksanaan sampai penutupan, panitia penyelenggaralah yang berperan aktif. Peran panitia penyelenggara tidak selalu berjalan mulus. Terkadang pasti ada hambatan dan masalah/kendala.

Perpustakaan Nasional sebagai Instansi Pembina mendorong dan membantu perpustakaan termasuk perpustakaan desa/umum, untuk dapat memenuhi Standar Nasional Perpustakaan. Unsur penting penyelenggaraan suatu perpustakaan adalah memiliki sumber daya manusia perpustakaan yang kompeten dan professional, sehingga layanan perpustakaan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Tahun 2018, Perpustakaan Nasional RI melalui Pusat Pengembangan Pustakawan melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis (BIMTEK) Tenaga Pengelola Perpustakaan di Provinsi seluruh Indonesia. Peserta terdiri dari tenaga pengelola perpustakaan provinsi, kabupaten/kota, desa, kecamatan, kelurahan dengan sasaran Tenaga Pengelola Perpustakaan Sekolah dan target peserta 4000 orang. Keberhasilan di tahun 2018 dengan peserta yang mencapai target dan dukungan dari seluruh provinsi di Indonesia dalam penyelenggaraan kegiatan bimtek tersebut, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan melalui Pusat Pengembangan Pustakawan mendapat apresiasi dari peserta dan provinsi di seluruh Indonesia. Di tahun 2019, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia melalui Pusat Pengembangan Pustakawan, kembali melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek)Tenaga Pengelola Perpustakaan di Provinsi seluruh Indonesia. Peserta terdiri dari tenaga pengelola perpustakaan provinsi, kabupaten/kota, desa, kecamatan, kelurahan dengan sasaran Tenaga Pengelola Perpustakaan Umum dan targetnya 5000 peserta.

Penyelenggaraan Bimtek juga tidak terlepas dari kolaborasi seluruh pusat dilingkungan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia atas peran sertanya sebagai pemateri. Tahun 2018, ada 2 materi yang diberikan yaitu, Literasi Informasi dan Kemas Ulang Informasi. Sementara itu, materi pada tahun 2019 adalah Perpustakaan Sebagai Pusat Belajar Masyarakat Sepanjang Hayat, dan Infografis Sederhana Perpustakaan.

Keberhasilan dan kesuksesan Bimtek Tenaga Pengelola Perpustakaan Tahun 2018 dan Tahun 2019 ini semua tidak terlepas dari usaha dan peran aktif panitia penyelenggara.

Sebagai panitia penyelenggara kegiatan juga harus siap mengatasi situasi terhadap kendala yang ada. Berikut  contoh kendala yang dihadapi para panitia dalam Bimtek Tenaga Perpustakaan tahun 2018 dan tahun 2019:

  •          Kendala di beberapa provinsi yang pematerinya belum datang, tugas panitia penyelenggara yang mengisi dan memberi informasi kepada peserta baik itu berupa informasi tentang penyelenggaraan bimtek, tentang perpustakaan maupun apa saja yang dapat diinformasikan kepada peserta, jika ada pertanyaan tentang kebijakan dari peserta, kami mencatatnya untuk menyampaikannya ke pejabat terkait;
  •            Kendala di beberapa provinsi yang jaringan internetnya bermasalah, sound system belum berfungsi.
  •             Kendala hotel/tempat penyelenggara bimtek yang berjauhan tidak mencukupi untuk peserta bimtek di provinsi tersebut, di sinilah peran panitia penyelenggara untuk siap mondar mandir ke lokasi kegiatan.
  •           Kendala di beberapa provinsi seperti Provinsi Kalimantan Tengah dengan asap tebal akibat kebakaran hutan, menjadi peranan panitia penyelenggara untuk memberi motivasi, semangat dan solusi bagi para pemateri maupun peserta;
  •          Kendala suasana genting/gejolak politik di provinsi Papua juga membawa pengalaman yang berharga bagi panitia penyelenggara dan pemateri, panitia harus tetap tegar menghadapi segala kemungkinan dan situasi darurat, bahkan harus bisa pula memberi kekuatan dan kesabaran serta menyemangati peserta dan pemateri.
  •         Kendala peserta yang belum pernah merasakan menginap dihotel, peserta tersebut membawa keluarganya suami, anak, orang tua bahkan nenek dan kakeknya. Kesabaran panitia penyelenggara untuk menjelaskan dan mengatasi situasi tersebut tidaklah mudah tetapi tetap harus dilakukan dan dicari solusi yang terbaik.

Sebagai panitia penyelenggara pada Bimtek kami juga harus merangkap sebagai moderator sebelum pemateri memaparkan materinya dan menutup kelas setelah pemateri selesai, dengan kelas yang jaraknya berdekatan maupun kelas berjauhan bahkan harus menggunakan kendaraan ketempat kelas berikutnya. Antusiasme para peserta didalam mengikuti bimtek, membawa semangat bagi kami sebagai panitia penyelenggara.

Pengalaman yang sangat berharga adalah guru terbaik dalam perjalanan hidup selanjutnya