Hubungi Kami

Jl. Salemba Raya 28A Jakarta Pusat 10430, Indonesia
0800 1737787     pustakawan.perpusnas.go.id
Penggunaan Zoom Meeting di Perpustakaan Pada Masa Pandemi
Ditulis Oleh: Rudianto

Jakarta, 13 Mei 2020 -- Istilah “video conference” sedang naik daun sekarang. Hampir semua instansi atau perusahaan terpaksa melakukan kegiatan mereka dari rumah dikarenakan sedang mewabahnya pandemi COVID 19 di sejumlah negara termasuk Indonesia. Penggunaan video conference dimungkinkan untuk tetap terhubung dengan teman atau anggota lain. Tak terkecuali di perpustakaan. Ada beberapa aplikasi yang digunakan untuk melaksanakan meeting atau video conference, antara lain zoom, google hangout, google duo, whatsapp, skype.

 

Mungkin kita mulai merasakan bahwa bekerja dari rumah atau Work from Home (WFH) tak lagi menjadi kebiasaan, melainkan sudah menjadi kewajiban sebagai pengganti hadirnya kita di kantor. Meski tak semua orang dapat merasakan WFH akibat dampak COVID-19, namun setidaknya sejak 15 Maret 2020 sudah banyak instansi pemerintah dan perusahaan di Indonesia menerapkan WFH. Begitu pula layanan perpustakaan yang dulunya dilakukan secara tatap muka, mau tidak mau harus dilakukan  secara daring atau online. Sesuai edaran darai Menpan RB, sejumlah instansi melakukan kegiatan layanan publiknya dari rumah. Begitu pun dengan layanan perpustakaan, berbagai aplikasi online lebih sering digunakan. Sebagai contoh ipusnas untuk membaca perpustakaan digital, layanan konsultasi via chatbox di website Perpusnas, seminar perpustakaan dan layanan e-resources.

 

Salah satu aplikasi video conference yang sering digunakan di perpustakaan adalah Zoom. Zoom adalah aplikasi buatan miliarder, Eric Yuan, yang dirilis pada Januari 2013. Selain aplikasi, Zoom juga dapat diakses melalui website, baik untuk OS Mac, Windows, Linux, iOS, dan Android. Ketika mendaftarkan diri, pengguna berada di jenis akun Basic yang memiliki beberapa keuntungan, seperti:

  1.         Dapat melakukan meeting hingga 100 partisipan
  2.             Gratis 40 menit video conference untuk rapat kelompok, dan dapat mengulang lagi jika durasi sudah habis
  3.           Kualitas suara dan gambar HD
  4.           Screen-sharing
  5.           Akses ke virtual background
  6.           Menjadwalkan hingga merekam keseluruhan meeting
  7.           Membagi partisipan menjadi beberapa “ruangan” dengan fitur Breakout Room

Jika pengguna membutuhkan ruang rapat virtual untuk lebih dari 40 menit atau lebih dari 100 partisipan, pengguna dapat menggunakan akun Pro, Business, atau Enterprise dengan harga mulai dari US$14,99 atau sekitar Rp200 ribuan per bulan.

 

Cara Mendaftar Zoom cukup gampang. Agar dapat menggunakan Zoom, pengguna hanya perlu mendaftarkan diri secara gratis, baik melalui aplikasi di HP atau website, dengan mengunjungi zoom.us, lalu klik tombol Sign Up. Dan ikuti instruksi yang ada sampai selesai. Hal yang sama dapat dilkukan pada hp baik android maupun ios. Jika sudah memunyai akun, pengguna bisa memilih Sign In, lalu memasukkan email dan password yang digunakan untuk mendaftar Zoom Meeting. 

 

Sejak akhir Maret 2020, para pengguna Zoom dikejutkan oleh kabar bahwa data mereka bocor dan berhasil dicuri oleh para hacker tak bertanggung jawab. Namun, tak sedikit pula pengguna yang mau tidak mau tetap menggunakan aplikasi ini karena kemudahan dan efektivitasnya. Lagipula, kantor sudah membayar sewa untuk akun premium, alasannya.

 

Berikut beberapa tips yang bisa diakukan untuk menghindari peretasan:

  1.            Selalu perbarui aplikasi Zoom, baik di PC maupun HP.
  2.           Gunakan password yang berbeda atau email yang berbeda untuk join Zoom dengan password untuk akun lain.
  3.           Gunakan antivirus
  4.           Selalu membuka website resmi Zoom, yaitu “zoom.us“.
  5.           Tidak perlu menyalakan kamera atau mikrofon jika tidak diperlukan.

 

Kegiatan di perpustakaan yang dapat dilakukan menggunakan zoom antara lain rapat, diskusi, forum group discusion, webinar ( seminar web), tutorial, kelas online dan konsultasi. Namun diantara keuntungan dan kelebihan yang dapat dirasakan oleh pengguna zoom, terdapat beberapa kendala terutama masalah kuota internet yang membengkak, delay signal yang mengganggu komunikasi dan mis persepsi akibat dari delay signal tersebut.

 

Bagaimanapun juga selalu ada peluang di setiap masalah. Pandemi yang belum berakhir ini memacu kita untuk selalu memutar otak dan mencari ide kreatif supaya eksistensi kita sebagai pegawai dan perpustakaan yang kita naungi tetap ada. Bagaimana dengan layanan perpustakaan di sekitar Anda?