Hubungi Kami

Jl. Salemba Raya 28A Jakarta Pusat 10430, Indonesia
0800 1737787     pustakawan.perpusnas.go.id
Lokakarya Pengusulan DUPAK Pusat Jasa Perpustakaan dan Informasi, Kelompok V
Ditulis Oleh: Muhamad Qodir Shodiq

8 Juli 2020 -- Hari Rabu tanggal 8 Juli 2020 telah diselenggarakan kegiatan lokakarya oleh Pusat Pengembangan Pustakawan Perpustakaan Nasional RI. Peserta lokakarya kali ini diikuti oleh Pegawai Negeri Sipil (PNS) baru lingkup Perpustakaan Nasional RI di Jakarta. Lokakarya tersebut mengangkat sebuah tema “Pembuatan Dupak Fungsional Pustakawan”. Peserta yang mengikuti lokakarya padah tangaal 8 Juli tersebut adalah Calon Fungsional Pustakawan Pusat Jasa dan Informasi Perpustakaan Nasional RI dengan narasumber Indra Astuti, S.S., M.P., Pustakawan Ahli Muda dari Pusat Pengembangan Pustakawan.

Definisi lokakarya adalah sebuah acara atau pertemuan yang dilakukan oleh para ahli di bidang tertentu yang bertujuan untuk membahas suatu masalah yang terkait dengan keahlian mereka, sekaligus untuk mencari solusi bagi permasalahan tersebut. Menurut KBBI, lokakarya adalah pertemuan antara para ahli (pakar) untuk membahas masalah praktis atau yang bersangkutan dengan pelaksanaan dalam bidang keahliannya; sanggar kerja.

Lokakarya tersebut diselenggarakan dan bertujuan agar Calon Fungsional Pustakawan dapat memahami alur pengajuan Daftar Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK) Jabatan Fungsional Pustakawan berdasarakan Permenpan & RB Nomor 9 Tahun 2014 dan Peraturan Kaperpusnas Nomor 11 Tahun 2015 tentang Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Pustakawan dan Angka Kreditnya. Indra menjelaskan tahapan pengusulan DUPAK, menurutnya sebelum mengusulkan DUPAK, pustakawan harus melakukan pengisian DUPAK berdasarkan kegiatan kepustakawanan yang telah dilakukan sejak masih CPNS, lengkap dengan bukti fisiknya, dan setelah itu pustakwan dapat mengusulkan DUPAK kepada Tim Penilai. Pengusulan DUPAK ini dilakukan untuk pustakawan yang akan naik pangkat dan jabatan setingkat lebih tinggi. Seseorang yang memiliki jabatan fungsional pustakawan saat akan naik pangkat atau jabatan setingkat lebih tinggi harus menggunakan angka kredit (AK), seluruh pekerjaan diambil butir-butir kegiatannya lalu diterjemahkan dalam angka kredit, jelasnya.

Butir kegiatan pustakawan adalah kegiatan kepustakawanan yang dilakukan pustakawan dan dihargai dengan angka kredit serta ditetapkan dengan Keputusan Menpan. Jabatan Fungsional Pustakawan adalah jabatan yang mempunyai ruang lingkup, tugas, tanggung jawab, wewenang, dan hak untuk melaksanakan kegiatan kepustakawanan. Dalam mengajukan DUPAK, pemberian angka kredit dari unsur utama dan unsur penunjang. Untuk unsur utama yang meliputi pendidikan, pengelolaan perpustakaan, pelayanan perpustakaan, pengembangan sistem kepustakawanan, serta pengembangan profesi sekurang-kurangnya adalah 80% dan unsur penunjang paling banyak adalah 20%. Angka Kredit adalah satuan nilai dari setiap butir kegiatan dan/atau akumulasi butir-butir kegiatan yang harus dicapai oleh pustakawan dalam rangka pembinaan karir yang bersangkutan.

Seorang fungsional pustakawan dapat mengerjakan pekerjaan satu tingkat di bawah dan satu tingkat di atasnya. Angka kredit akan diberikan penuh sebesar 100% saat kita melakukan pekerjaan yang sesuai dengan jabatan kita atau satu tingkat di bawahnya, namun jika mengerjaan jabatan satu tingkat lebih tinggi dari jabatannya akan memperoleh AK sebesar 80%. Agar peserta benar-benar memahami penghitungan AK, narasumber memberikan contoh soal dan latihan cara menghitung angka kredit yang benar. Narasumber ingin peserta lokakarya benar-benar memahami apa yang dipaparkan selama kurang lebih 120 menit waktu pemaparan materi. Berikut adalah contoh penghitungan angka kredit untuk Pustakawan Ahli Pertama yang dipaparkan oleh narasumber:

 

Munip seorang pustakawan dengan jabatan Pustakawan Ahli Pertama telah melaksanakan pekerjaan Pustakawan Ahli Muda atau setingkat lebih tinggi dari jenjang jabatannya, yaitu melaksanakan kegiatan klasifikasi kompleks dan menentukan tajuk subyek bahan pustaka, sebanyak 200 judul. AK per judul dari kegiatan ini adalah sebesar 0,018, maka angka kredit yang diperoleh untuk Munip dengan jabatan Pustakawan Ahli Pertama adalah 0,018 x 200 x 80% = 2,88. Nilai angka kredit yang didapatkan Munip pada kegiatan kepustakaan tersebut adalah 2,88.

 

Daftar Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK) adalah daftar yang memuat prestasi kerja yang dicapai oleh pustakawan dan telah diperhitungkan angka kreditnya dalam kurun waktu tertentu untuk dinilai.

 

 

Referensi:

Komunitas Praktis. 2020. Pengertian Seminar, Lokakarya, Simposium, Workshop, Semiloka, Pelatihan, Diskusi. Diakses pada 14 Juli 2020 melalui https://www.komunikasipraktis.com/2018/06/pengertian-seminar-lokakarya-simposium.html

Kamus Besar Bahasa Indonesia