Hubungi Kami

Jl. Salemba Raya 28A Jakarta Pusat 10430, Indonesia
0800 1737787     pustakawan.perpusnas.go.id
Lokakarya Pustakawan Ke-2 Tahun 2020: Tata Cara Pengusalan DUPAK dan Perhitungan Angka Kredit Batch 2
Ditulis Oleh: Isti Sulastari

Pusat Pengembangan Pustakawan, Perpustakaan Nasional RI kembali menyelenggarakan Lokakarya Pustakawan di lingkungan Perpustakaan Nasional. Seperti namanya, program ini bertujuan untuk mempertemukan para fungsional pustakawan di lingkungan Perpustakaan Nasional dalam rangka mendiskusikan terkait topik tertentu. Dengan mengangkat topik: “Tata Cara Pengusulan DUPAK dan Perhitungan Angka Kredit”. Lokakarya yang kedua kali diadakan tahun ini bertujuan untuk membekali para calon pustakawan di lingkungan Perpustakaan Nasional dalam memahami proses pengusulan DUPAK dan bagaimana cara perhitungan angka kredit sehingga target peserta lokakarya kali ini adalah seluruh calon pustakawan di lingkungan Perpustakaan Nasional.  Lokakarya kedua tahun ini dilaksanakan pada tanggal 30 Juni 2020 – 2 Juli 2020 dan 7-8 Juli 2020 di Teater Perpustakaan Nasional, Jl. Salemba Raya No.28A Jakarta. 

Pelaksanaan Lokakarya Pustakawan tanggal 1 Juli 2020 dikhususkan untuk calon fungsional pustakawan ahli pertama dan terampil di lingkungan Pusat Pengembangan Perpustakaan dan Pengkajian Minat Baca (disingkat P3MB) dan Pusat Pengembangan Pustakawan serta calon fungsional pustakawan terampil di Pusat Pengembangan Koleksi dan Pengolahan Bahan Pustaka. Adapun pembagian peserta Lokakarya ini dengan mempertimbangkan protokol kesehatan sehingga jumlah peserta setiap harinya dibatasi. Acara ini dibuka oleh pengantar dari Kepala Bidang Pengkajian dan Pengembangan Pustakawan, Ibu Sarwidiarti Mrihastuti. Kemudian, dilanjutkan pembahasan oleh narasumber yakni Bapak Sadarta Bangun yang merupakan Pustakawan Ahli Madya dan salah satu tim penilai unit kerja Perpustakaan Nasional. 

Pada pelaksanaan lokakarya kali ini, narasumber menjelaskan berbagai term dan proses yang perlu dipahami oleh para calon fungsional pustakawan baik pada jenjang pustakawan terampil maupun pustakawan keahlian, mulai dari pembahasan terkait jabatan fungsional pustakawan, pengangkatan pertama pada jabatan fungsional pustakawan, hingga cara pengusunan dupak pada jabatan fungsional pustakawan. Melalui lokakarya ini, narasumber menenkankan bahwa pada saat penyusunan DUPAK pustakawan memerlukan pengetahuan angka kredit dan SKP. Kemudian, yang sering menjadi pertanyaan adalah: sejak kapan angka kredit dapat dihitung? Jawabannya adalah sejak melakukan kegiatan kepustakawan. 

Apa yang dapat dilakukan pustakawan dalam pendokumentasian kegiatan kepustakawan yang dilakukannya dalam penyusunan DUPAK? Narasumber memberikan pengibaratan: ”Seperti nelayan yang meangkap ikan jika mengguakan jala yang bolong, maka tidak dapat mengangkap ikan.” Begitu pun pustakawan dalam melakukan pekerjaanya, jika tidak mendokumentasikan kegiatan kepustakawannya maka tidak terhitung angka kreditnya. Maka dari itu, penting untuk pustakawan membuat/menyusun laporan harian pekerjaan, serta membuat rekap pekerjaan bulanan dan tahunan.

Setelah sesi pemaparan dari narasumber selesai, peserta diajak untuk praktik perhitungan angka kredit dengan melakukan simulasi perhitungan angka kredit menggunakan soal yang telah dibagikan pada registrasi peserta. Kemudian, untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam terkait penyusunan DUPAK, peserta dijelaskan cara pengisian formulir DUPAK serta formulir-formulir lainnya yang dibutuhkan pada saat penyusunan DUPAK. Lokakarya ini pun diakhiri dengan sesi tanya jawab dimana peserta diperkenankan untuk bertanya seputar topik lokakarya ini.