Hubungi Kami

Jl. Salemba Raya 28A Jakarta Pusat 10430, Indonesia
0800 1737787     pustakawan.perpusnas.go.id
Kartini Perpustakaan Indonesia : Mastini Hardjoprakoso
Ditulis Oleh: Mariska Duwi Arifin Putri (MDAP)

Jakarta, 22 Mei 2020 -- Berdasarkan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 Tentang Perpustakaan, yang dimaksud dengan pustakawan adalah seseorang yang memiliki kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan dan/atau pelatihan kepustakawanan serta mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk melaksanakan pengelolaan dan pelayanan perpustakaan. Pustakawan merupakan salah satu sumberdaya perpustakaan yang mengelola perpustakaan dan berinteraksi secara langsung dengan pemustaka. Pustakawan di harapkan memiliki kemampuan yang mumpuni dan multitasking dalam memanajemen perpustakaan.

Pada sejarah kepustakawanan di Indonesia, terdapat beberapa “kartini” dibidang kepustakawanan yang memiliki karier dan dedikasi tinggi terhadap perpustakaan dan dunia kepustakawanan. Kartini ini telah banyak bekerja keras untuk mengubah paradigma tentang pustakawan dan perpustakaan yang pada awalnya dianggap membosankan kini menjadi menyenangkan. Salah satu kartini yang memiliki peran penting dalam dunia kepustakawanan Indonesia adalah Mastini Hardjoprakoso.

Mastini Hardjoprakoso atau Ibu Mastini adalah pendiri dari Perpustakaan Nasional RI. Ibu Mastini merupakan salah satu kartini dibidang perpustakaan yang memiliki karier kepustakawanan yang sangat gemilang. Ibu Mastini ini berasal dari golongan bangsawan yang memiliki kharakter lembut, rajin, ulet, gigih, dan gemar membaca buku. Gemarannya inilah yang memberikan inspirasi kepada Ibu Mastini untuk mendirikan Perpustakaan Nasional RI. Sejarah berdirinya Perpustakaan Nasional RI sebenarnya tidak sesederhana itu. Hal yang perlu digaris bawahi adalah peran dan dukungan yang maksimal dari Ibu Mastini menjadi tiang utama berdirinya Perpustakaan Nasional RI. Beliau adalah pustakawan perempuan yang mendobrak paradigma lama bahwa membaca buku hanyalah untuk kaum bangsawan saja. Ibu Mastini memperjuangkan berdirinya Perpustakaan Nasional RI sebagai media mencerdaskan kehidupan bangsa tanpa memandang harta dan tahta.

Ibu Mastini lahir pada tanggal 7 Juli 1923 di Modjogedang, Karanganyar, Beliau sendiri adalah anak ke-6 dari 7 bersaudara. Ayahnya bernama RMT Hardjoprakoso dan ibunya bernama RA Mantinah. Ibu Mastini pernah bersekolah di HIS Siswo School di Solo yang rata-rata murid dan gurunya adalah orang Belanda. Ibu Mastini memulai kariernya dengan bekerja di Lembaga Kebudayaan Indonesia (LKI) yang awalnya merupakan lembaga swasta milik Belanda.  Di sinilah awal Ibu Mastini berkenalan dengan dunia perpustakaan. Ketekunannya dalam bekerja menarik perhatian para atasannya karena sebagai orang muda Ibu Mastini menunjukkan keseriusan, komitmen, keinginan untuk maju dan berkarya yang sangat besar sehingga akhirnya mereka memutuskan untuk mengirim Ibu Mastini ke Belanda pada tahun 1955 hingga tahun 1956 untuk belajar teknis perpustakaan  di Nederlands Instituut voor Documentatieen Registratie dengan beasiswa Stichting voor Culturele Samenwerking. Dari sinilah, karier Ibu Mastini di bidang perpustakaan dan kepustakawanan semakin berkembang pesat. Beliau seringkali mendapatkan tawaran untuk memimpin perpustakaan diluar negeri, salah satunya tawaran menjadi Kepala Perpustakaan Daag Hamarsjkod di New York pada tahun 1988.  Akan tetapi, beliau selalu menolak dengan alasan ingin mengabdi pada negeri dengan menjadi pustakawan sejati dengan mengembangkan Perpustakaan Nasional RI.

Ibu Mastini adalah tokoh yang disegani oleh banyak orang karena kemampuannya untuk membangun kerja sama dengan berbagai pihak dalam rangka meningkatkan peran Perpustakaan Nasional RI tak dapat dianggap sepele. Banyak hal besar dibidang perpustakaan yang telah diprakarsai oleh beliau. Salah satu karya pentingnya adalah diterbitkannya  The Illuminations: The Writing Traditions of Indonesia tentang masih lemahnya bibliografi di Indonesia. Karya inilah yang mendorong disusunnya Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 1990 Tentang Serah-Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam.

Selain menjadi Kepala Perpustakaan Nasional RI, Ibu Mastini juga menjadi dosen luar biasa di Jurusan Ilmu Perpustakaan Universitas Indonesia dari tahun 1973 hingga tahun 1989. Beliau mengajarkan Matakuliah Bibliografi Indonesia yang mana sangat erat kaitannya dengan pelestarian koleksi indonesiana. Banyak mahasiswanya yang akhirnya berhasil menjadi orang sukses berkat cara mengajarnya yang menarik. Beliau tidak pelit untuk memberikan contoh langsung kasus dilapangan sehingga mahasiswanya akan benar-benar paham. Beliau juga sering mengajak mahasiswanya untuk berkunjung langsung ke Perpustakaan Nasional RI dan menjadikan Perpustakaan Nasional RI sebagai laboratorium para akademisi.

Ibu Mastini dikenal aktif dalam berbagai organisasi profesi. Beliau dua kali menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pustakawan Indonesia. Beliau juga pernah menjadi Excutive Board of Congres of Southeast Asia Librarians (CONSAL) dan anggota Country Directors of National Libraries (CDLN). Sepak terjang beliau dalam dunia perpustakaan dan kepustakawanan memang tidak diragukan lagi. Beliau mendapat banyak sekali penghargaan diantaranya Bintang Mahaputra Utama dan Nugra Jasadarma Pustaloka Life Time Achievement.

Mastini Hardjoprakoso atau Ibu Mastini menjadi salah satu kartini perpustakaan di Indonesia yang jasanya akan terus dikenang sepanjang masa. Kartini inilah yang menjadi tonggak pertama dalam sejarah panjang perjuangan perpustakaan dan pustakawan di Indonesia untuk meningkatkan literasi informasi bangsa Indonesia. Tidak lagi memandang gender, kasta, atau tahta, ilmu pengetahuan dan informasi kini menjadi hak yang harus diperoleh oleh seluruh warga Indonesia dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Hiduplah kartiniku, hiduplah bangsaku. (MDAP)


Referensi :

Farli. 2019. Mastini Hardjoprakoso : Sekilas Perjalanan Hidup dan Kontribusi dalam Bidang Perpustakaan di Indonesia. Online. Diakses pada tanggal 7 Mei 2020 melalui https://www.isipii.org/artikel/mastini-hardjoprakoso-sekilas-perjalanan-hidup-dan-kontribusi-dalam-bidang-perpustakaan-di.

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. 2017. Selamat Jalan Tokoh Perpustakaan Indonesia : Mastini Hardjoprakoso. Online. Diakses pada tanggal 7 Mei 2020 melalui https://www.perpusnas.go.id/news-detail.php?lang=id&id=1709201040363XiKELIbyG