Hubungi Kami

Jl. Salemba Raya 28A Jakarta Pusat 10430, Indonesia
0800 1737787     pustakawan.perpusnas.go.id
Mengenal S. R. Ranganathan, Bapak Ilmu Perpustakaan Asal India
Ditulis Oleh: Rara Suci Amiyati

Sumber photo: http://sharinglibrarian.blogspot.com/2012/10/sr-ranganathan.html

Jakarta, 28 Mei 2020 -- Sebagai seorang pustakawan tentu kita tidak asing dengan sosok S. R. Ranganathan dan pemikiran beliau tentang Five Laws of Library Service. Selain Melvil Dewey yang merupakan pencipta dari Dewey Decimal Classification (DDC) nama S. R. Ranganathan juga sering disebut ketika mempelajari tentang ilmu perpustakaan.

Shiyali Ramamrita Ranganathan (lahir 9 Agustus 1892, Shiyali, Madras, India — meninggal 27 September 1972, Bangalore, Mysore) merupakan pustakawan dan pendidik asal India yang dianggap sebagai bapak Ilmu Perpustakaan di India yang kontribusi pemikirannya memiliki pengaruh di seluruh dunia. Kontribusi utama S.R Ranganathan adalah teori klasifikasi dan pengindeksan. Colon Classification milik S.R Ranganathan mempengaruhi evolusi system seperti DDC, selain itu karya beliau merupakan dasar bagi peran modern perpustakaan sebagai pusat publik untuk kehidupan yang intelektual.

              Ranganathan menyelesaikan Pendidikan M.A di bidang Matematika di Madras Christian College pada 1913. Pada tahun 1924 oleh Madras University beliau diangkat sebagai pustakawan pertama di universitas tersebut. Untuk dapat mengemban dan menyesuaikan dengan jabatan baru sebagai pustakawan, Ranganathan belajar di College University, London. Beliau kembali dari Inggris pada tahun 1925 ke negaranya dengan penuh semangat untuk mengubah peran perpustakaan umum di India. Setelah itu ia menjabat menjadi pustakawan di Madras University dari tahun 1925-1944. Pada tahun 1962, Ranganathan mendirikan Pusat Penelitian dan Pelatihan Dokumentasi di Bangalore.

Ranganathan membawa misi untuk membuat perpustakaan lebih mudah di akses, menarik banyak pemustaka, dan mempromosikan pembelajaran mandiri untuk setiap anggota komunitas. Misi tersebut tertuang dengan rapi dalam “Lima hukum layanan perpustakaan” yaitu:

1.      Books are for use. (buku untuk dimanfaatkan)

2.      Every reader his or her book. (setiap pembaca terdapat bukunya)

3.      Every book its reader. (setiap buku terdapat pembacanya)

4.      Save the time of the reader. (hemat waktu pembaca)

5.      The library is a growing organism. (perpustakaan adalah organisme yang berkembang)

 

 

Source:

https://www.britannica.com/biography/S-R-Ranganathan

https://librarysciencedegree.usc.edu/blog/a-closer-look-at-the-work-of-s-r-ranganathan/